
Pelatihan Mengembangkan Knowledge Management (KM) Teknologi Pangan dan Pertanian
Pengantar
Di era revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0, tantangan di sektor pangan dan pertanian semakin kompleks. Perubahan iklim, fluktuasi harga, degradasi lahan, serta tuntutan efisiensi dan inovasi menjadi faktor penting yang menuntut transformasi. Salah satu pendekatan strategis dalam menjawab tantangan ini adalah penerapan Knowledge Management (KM)—manajemen pengetahuan yang sistematis dan terstruktur untuk menciptakan, menyimpan, membagikan, dan menerapkan pengetahuan dalam organisasi atau komunitas.
Dalam konteks teknologi pangan dan pertanian, KM tidak hanya berguna untuk menyimpan data atau dokumentasi teknis, tetapi juga untuk memperkuat proses inovasi, diseminasi praktik terbaik, pengambilan keputusan berbasis data, serta peningkatan kapasitas petani, peneliti, dan pelaku agroindustri. Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami dan mengimplementasikan KM secara praktis guna meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan di sektor pangan dan pertanian.
Tujuan Pelatihan
Pelatihan ini bertujuan untuk:
- Memperkenalkan konsep dan prinsip dasar Knowledge Management (KM) dalam konteks teknologi pangan dan pertanian.
- Meningkatkan pemahaman peserta tentang bagaimana KM dapat digunakan untuk mendukung inovasi teknologi, praktik pertanian cerdas, dan transfer pengetahuan.
- Membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam merancang sistem KM yang relevan untuk organisasi pertanian, institusi riset, penyuluhan, dan komunitas petani.
- Mendorong integrasi KM dengan teknologi digital, data analytics, dan ekosistem pengetahuan pangan.
Manfaat Pelatihan
Peserta akan mendapatkan berbagai manfaat dari pelatihan ini, antara lain:
- Memiliki kerangka berpikir strategis dalam membangun sistem KM berbasis kebutuhan lokal dan teknologi.
- Mampu mengidentifikasi, menyimpan, dan menyebarkan pengetahuan penting dalam rantai nilai pangan dan pertanian.
- Dapat merancang peta pengetahuan (knowledge mapping) dan sistem berbasis digital untuk pengelolaan pengetahuan.
- Menjadi agen perubahan dalam penerapan inovasi berbasis pengetahuan di lingkungannya.
- Mampu mengintegrasikan KM dengan program riset, penyuluhan, dan pengembangan kapasitas petani.
Sasaran Peserta
Pelatihan ini ditujukan untuk:
- Peneliti dan teknolog di bidang pangan dan pertanian.
- Penyuluh pertanian dan pengelola Balai Penyuluhan.
- Dosen dan mahasiswa jurusan pertanian, teknologi pangan, dan agribisnis.
- Pelaku startup dan pengembang sistem informasi pertanian.
- Manajer atau staf pengelola pengetahuan di kementerian, lembaga riset, BUMDes, koperasi tani, dan NGO.
Rangkaian 10 Sesi Pelatihan
Sesi 1: Pengantar Knowledge Management (KM)
- Definisi KM dan peran strategisnya.
- Perbedaan data, informasi, dan pengetahuan.
- KM dalam sektor teknologi pangan dan pertanian.
Sesi 2: Proses Siklus KM dan Aplikasinya di Pertanian
- Tahapan KM: knowledge creation, capture, sharing, utilization.
- Contoh penerapan di hilir dan hulu pertanian.
- Peran pelaku dalam siklus KM: petani, penyuluh, peneliti, pemasar.
Sesi 3: Identifikasi dan Pemetaan Pengetahuan (Knowledge Mapping)
- Teknik membuat knowledge inventory dan knowledge audit.
- Pemetaan pengetahuan eksplisit dan tacit dalam proses pertanian dan pengolahan pangan.
- Praktik membuat peta pengetahuan menggunakan template visual.
Sesi 4: Menyusun Strategi KM dalam Organisasi Pertanian
- Tujuan dan sasaran strategi KM.
- Integrasi KM dengan strategi lembaga atau proyek pertanian.
- Contoh strategi KM di institusi riset atau kelompok tani.
Sesi 5: Teknologi Pendukung KM di Pangan dan Pertanian
- Sistem informasi pertanian (e-agriculture).
- Aplikasi digital, IoT, dan database hasil panen.
- Integrasi KM dengan smart farming dan precision agriculture.
Sesi 6: Manajemen Pengetahuan Tacit: Praktik Baik dan Lokal Wisdom
- Teknik menangkap tacit knowledge dari petani dan pelaku lokal.
- Wawancara, dialog reflektif, dokumentasi praktik lapangan.
- Studi kasus: tradisi pengelolaan lahan atau fermentasi pangan.
Sesi 7: Berbagi dan Mendiseminasikan Pengetahuan
- Teknik diseminasi: pelatihan, portal online, video, podcast.
- Strategi membangun budaya berbagi di komunitas pertanian.
- Media sosial dan jejaring digital dalam penyuluhan berbasis pengetahuan.
Sesi 8: Monitoring dan Evaluasi Sistem KM
- Indikator keberhasilan sistem KM.
- Alat ukur seperti KM self-assessment, skor indeks KM.
- Evaluasi berbasis dampak: inovasi, adopsi teknologi, efisiensi proses.
Sesi 9: Studi Kasus KM Teknologi Pangan dan Pertanian
- Presentasi studi kasus lokal, nasional, dan global.
- Analisis kesuksesan dan tantangan penerapan KM.
- Diskusi kelompok untuk mereplikasi model di tempat peserta.
Sesi 10: Praktik Merancang Sistem KM dan Rencana Aksi
- Penyusunan rencana sistem KM masing-masing peserta (individual atau kelompok).
- Diskusi format dan alat bantu: platform digital, SOP berbasis pengetahuan.
- Presentasi hasil rancangan dan umpan balik dari fasilitator.
Penutup
Pelatihan ini dirancang tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang kolaboratif untuk menciptakan inovasi dan solusi nyata berbasis KM. Sektor pangan dan pertanian memerlukan pendekatan baru dalam menyimpan, menyebarkan, dan mengembangkan pengetahuan. Dengan memanfaatkan pendekatan KM secara strategis, para pelaku di sektor ini dapat bertransformasi menjadi komunitas yang lebih adaptif, berbasis data, dan inovatif dalam menjawab tantangan masa depan.
Jika mempunyai pertanyaan berkaitan pelatihan, pendampingan, perencanaan dan pengembangan ekosistem bisnis berbasis pengetahuan (EB2P) Pangan Dan Pertanian yang kami berikan dan berkeinginan kerjasama, silahkan untuk mengkontak kami, haitan.rachman@inosi.co.id